Koleksi Cerpen Jangan Main-Main (bersama kelaminmu) ~ Djenar Maesa Ayu

17
Loading...
Loading...


Koleksi Cerpen Jangan Main-Main (bersama kelaminmu) ~ Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu - Kumpulan Cerpen Jangan Main-Main (dengan kelaminmu)
Djenar Maesa Ayu – Koleksi Cerpen Jangan Main-Main (bersama kelaminmu)

Seberapa sering sobat atau dia bermain-main bersama kelaminmu? Jangan Main-main bersama Kelaminmu. Itulah title koleksi cerpen karya Djenar Maesa Ayu. Melalui sastra wangi ini Djenar mau meresahkan pikiran dan imajinasi pembacanya. Ya total waktu bermain-main bersama kelamin melalui kata. Tetapi ini bukan novel porno atau stensil, ya serius menjanjikan makna-makna yang luput dan diremehkan.

Menyusu Ayah, salah satu cerpen yang termuat pada novel ini mengadakan sobat mau masuk lebih pada dalam karakter Nayla yang menyukai menyusu dalam penis ayahnya. Menyusu Ayah menjadi Cerpen Paling baik model Jurnal Wanita dalam 2002 dan diterjermahkan oleh Richard Oh bersama title Suckling Father.

Vulgar, tabu sekaligus sehat melumat tiap alur kisah yang berani menguliti dogma mapan pada penduduk. Tema perselingkuhan terdapat dalam cerpen Jangan Main-main (bersama kelaminmu), Mandi Sabun Mandi, Aku di Mata Sebagian Orang, dan Staccato. Ekspose kenikmatan seks digambarkan dalam Menyusu Ayah, Penthouse 2601, dan Payudara Nai-nai. Selain itu cerpen Cermin, Aku ialah Seorang Alkoholik, Ting, dan Moral mempunyai tema yang masing-masing tidaksama dan unik.

Moral menjadi cerpen yang dapat dikatakan mewakili pesan koleksi cerpen semisalnya. Isinya mengisahkan tentang seorang wanita yang dilema dalam opsi antara membeli rok mini atau moral. Moral amat terjangkau harganya hanya seribu rupiah selain itu rok mini berkali-kali lipat lebih mahal seharga satu juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu delapan ratus rupiah. Duit yang ya memiliki didompet hanya dua juta rupiah. Tetapi Ya juga memutuskan untuk membeli rok mini.

Waktu digunakan di rumah, rok mini yang baru dibelinya kekecilan. Esoknya ya juga menukar bersama takaran yang tepat bersama tubuhnya. Tetapi ya terperanjat saat melihat biaya moral udah meningkat menjadi tiga ribu rupiah. Tetapi wanita teguh dalam prinsipnya semisal pembeli, ya tidak rugi. Menurutnya moral bukanlah sesuatu yang penting pada hidupnya. Ya juga total melaksanakan perawatan untuk bersiap hadir di pesta saat ya hendak pake rok mini barunya dan bergaya ala rock pemain.

Udah menjadi doktrin umum di penduduk dulu bahwa wanita tidak harus sekolah terlalu tinggi. Begitupun doktrin kedua orangtua dalam wanita . Orangtuanya berpendapat yang penting untuk wanita hanya pintar merawat diri dan suami. Cinta dimulai dari mata turun ke perut dan dari perut turun ke hati.

“Aneh, dari perut kok turun ke hati? Mungkin dari perut turun ke bawah perut tetapi mereka enggak tega mengatakannya meskipun tega anaknya mempraktekkannya. Tetapi padahal, jangankan masak dan merawat suami. Akhirnya Cuma bisa suami orang”



Source link

قالب وردپرس

Loading...
BAGIKAN