Sayap Bidadari | Gudang Membaca Buku

16
Loading...
Loading...


Sayap Bidadari

Tin! Tin! Tin! Suara klakson bersautan di tengah
macetnya jalan yang melintasi pasar, angin
sepoi-sepoi juga terus bertiup dibawah naungan senja
yang teduh. Waktu seorang gadis tampak
melangkah—menyusuri ramainya jalan yang melintasi
area pertokoan. Gadis tampak anggun, melangkah
bersama gaya bak seorang motif di atas catwalk—
memperagakan u can see putih, berpadu jeans biru
ketat yang amat serasi dan begitu tepat melekat di
tubuhnya yang aduhai. Rambutnya juga tampak
menarik—panjang sebahu dan dibiarkan tergerai.
Sesekali gadis tersenyum, teringat hendak kenangan
manis yang begitu indah. Sekarang gadis waktu
menaiki semacam angkot yang hendak mengantarnya
menemui seorang teman lawas. Maklumlah, telah
hampir setahun ini dia tidak menjumpainya, dan seluruh
disebabkan kesibukannya yang membosankan,
sampai-sampai seringkali menjadikannya marah, sedih, dan
tentu saja kesepian. Apa lagi bila bukan rutinitasnya
sehari-hari yang bercampur bersama perkara cinta
yang tidak kunjung terdapat kepastian.

‘);
FB.XFBML.parse( );
});
//]]&begitu;



Source link

قالب وردپرس

Loading...
BAGIKAN